Selasa, 15 Maret 2011

MAHALNYA KULIAH di PTN

Mahalnya Kuliah di Perguruan Tinggi Negeri

INILAH.COM, Bandung - Pendidikan merupakan hak semua masyarakat, tapi kenyataan untuk bisa sekolah di jenjang perguruan tinggi termasuk di perguruan tinggi negeri (PTN) semakin hari semakin mahal.
Contoh kasus, untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), seorang mahasiswa harus merogoh kocek hingga Rp100 juta agar bisa lulus, atau sekitar Rp25 juta per tahun.
Uang sebesar itu dihabiskan mulai dari proses pendaftaran mahasiswa baru hingga diwisuda. "Normalnya, per mahasiswa membutuhkan Rp100 juta per empat tahun atau sejak masuk hingga lulus," ujar Wakil Rektor ITB Bidang Komunikasi Kemitraan dan Alumni Hasanudin Z Abiddin kepada wartawan di Gedung Rektorat ITB, Jalan Tamansari, Kamis (13/1/2011).
Tingginya biaya kuliah tersebut tentunya sangat memberatkan masyarakat di tengah melambungnya biaya hidup, mulai dari kenaikan harga bahan kebutuhan pokok, naiknya tarif dasar listrik hingga terus melambungnya harga bahan bakar minyak (BBM).
Dengan kondisi tersebut, pendidikan murah, khususnya jenjang pendidikan tinggi, yang dijanjikan pemerintah melalui kebijakan 20% alokasi anggaran pendidikan dalam APBN dan APBD ini, dipastikan tidak akan dirasakan
masyarakat.
Namun di sisi lain, penyelenggaran pendidikan murah juga menuai dilema bagi pengelola universitas negeri. Pasalnya, dengan status Badan Hukum Milik Negera (BHMN), universitas tidak lagi mendapat pasokan subsidi yang memadai dari pemerintah. Universitas negeri dituntut mencarisendiri sumber keuangannya.
Pada tahun-tahun sebelumnya, untuk mengatasi keterbatasan dana yang dimiliki, universitas mempunyai cara ampuh yakni membuka lebar penerimaan mahasiswa baru melalui jalur khusus di luar Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Tinggi (SNMPTN).
Para mahasiswa jalur khusus tersebut dikenakan biaya kuliah jauh lebih besar dibandingkan mahasiswa jalur reguler yang melalui SNMPTN. Mereka bisa dikenakan dana sumbangan pembangunan mulai puluhan juta hingga ratusan juta rupiah tergantung kemampuan masing-masing. Dana yang diperoleh dari mahasiswa 'kaya' tersebut digunakan untuk mensubsidi mahasiswa 'miskin.
Namun mulai tahun ajaran 2011 ini cara tersebut tidak bisa lagi dengan leluasa dilakukan. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No 34/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, PTN hanya dibolehkan menjaring mahasiswa baru melalui jalur khusus sebesar 40% sisanya harus lewat SNMPTN yang digelar secara nasional.
PTN pun dibebankan kewajiban untuk mengakomodasi mahasiswa kurang mampuuntuk tetap bisa kuliah. Seusai Peraturan Pemerintah No 66/2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, PTN wajib menampung 20% mahasiswa dari kalangan miskin dari total mahasiswa baru
yang diterimanya tiap tahun.
Hasanudin mengakui, hal tersebut cukup berat. Dengan asumsi jumlah mahasiswa baru sebanyak 3.300, untuk tahun ini ITB harus menanggung beban biaya kuliah sekitar 600 mahasiswa. "Dengan asumsi itu, ITB harus mencari mencari setidaknya Rp60 miliar untuk menanggung mahasiswa miskin," tandas Hasanudin.
ITB menghapuskan jalur khusus ini karena tidak mau disebut menjual kursi sebagai sumber pendapatan kampus. Karena itu, selain mengandalkan pendapatan dari mahasiswa reguler, ITB juga berupaya mencari sumber lain untuk membiayai mahasiswa 'miskin' tersebut.
Seperti dari program coorporate social responsibility (CSR), dana ikatan alumni (IA), kerja sama industri, kerja sama pemerintah daerah (pemda), serta kerja sama penelitian.
Hasan menegaskan, ITB terus berupaya mencari pendanaan untuk kelangsungan proses perkuliahan mahasiswa dan biaya operasional kampus. "Dana itu tanggung jawab kami, yang penting, siswa pintar tapi tidak punya uang dan ingin masuk ITB, daftar saja dulu, jangan takut," tukasnya.
Komitmen menanggung biaya mahasiswa 'miskin' juga ditunjukkan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Rektor Unpad Bandung Ganjar Kurnia menegaskan, tahun ini akan menerima sekitar 500 mahasiswa baru dari jalur bidik misi yang merupakan program beasiswa pemerintah untuk mahasiswa tidak mampu.
"Kita khususkan program pemerintah kepada mahasiswa tidak mampu," ujar Rektor Unpad Ganjar Kurnia saat dihubungi wartawan, Kamis (13/1/2011). Unpad pun tetap membuka ujian jalur khusus sebanyak 40% yang dananya digunakan untuk menyubsidi mahasiswa 'miskin'.
Komitmen kedua PTN ternama di Bandung ini tentunya menjadi kabar gembira bagi para orang tua yang akan menyekolahkan putra-putrinya ke perguruan tinggi. Mudah-mudahan langkah ini diikuti pula PTN-PTN lain.
Di pihak lain, pemerintah pun bisa memenuhi janji untuk meningkatkan pendidikan anak bangsa. Sehingga cita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa yang diamanatkan UUD bisa secepatnya terwujud. [gin]

CARA MEMILIH KARIR

Cara memilih karir

Sunday, 16 May, 2010
Ketika kami selesai sekolah kami mendapatkan sangat bermasalah untuk beberapa dalam hidup dan merupakan pilihan karir dan memilih untuk tidak hanya untuk studi, tetapi kita memilih pekerjaan masa depan kita dan bagian dari rencana hidup kita. “kata sekelompok teman saya”.
Umumnya mereka kadang-kadang tidak memiliki banyak waktu untuk memutuskan dengan jelas sebagai rekomendasi umum untuk orang tua adalah untuk memulai studi dalam waktu sesingkat-singkatnya ini telah ditambahkan ke variabel lain seperti sedikit informasi yang Anda miliki tentang karir ketika masuk ke universitas.
Tidak diragukan lagi rekomendasi pertama adalah untuk memiliki bimbingan karier oleh seorang profesional yang berkualitas tetapi tidak mungkin orientasi tidak dilakukan secara penuh harus memperhitungkan beberapa poin tambahan.
Pertama menguji program di sekolah di mana Anda melihat apakah anda cocok dengan daerah Anda telah memilih untuk belajar seperti karir medis (yang berada dalam bidang ilmu biomedis) atau lainnya membutuhkan pengetahuan tentang biologi dan kimia.
Merefleksikan sejenak jika karir yang Anda benar-benar berpikir tampak seperti atau Anda hanya mengikuti saran dari orang tua Anda atau teman, adalah mungkin bahwa Anda juga mengandalkan sumber subjektif lain sebagai yang paling menguntungkan, paling mudah untuk mendapatkan pekerjaan , paling populer, hal itu membutuhkan usaha, dan sebagainya.
Lain titik penting bagi pilihan karier adalah untuk mengetahui karir yang membawa ke masa depan adalah bahwa fungsi-fungsi tertentu harus profesional daripada mencari di buku sarankan Anda untuk menemukan profesional dan Anda komentar tentang bagaimana ia pergi.
Titik ini banyak yang harus dilakukan dengan yang sebelumnya dan situasi Anda dalam lomba adalah bahwa upah rata-rata, status pekerjaan, jumlah profesional dalam lomba ini saya tahu bahwa rasa banyak yang tidak baik perlu khawatir tentang titik terakhir, namun disarankan untuk melakukannya sebelum untuk mencapai tahun akhir dan menyadari bahwa tidak melakukan kegiatan yang Anda pikirkan atau mendapatkan gaji anda harus pikirkan juga.
Jadi intinya adalah, sebelum anda masuk ke universitas, anda harus memirkan keinginan anda, ikuti kata hati anda, serta bakat anda, jika sesuatu itu lahir dari keinginan, maka perjalanan karir anda pun tak terasa meletihkan.